November 29, 2013

Snowpiercer : Miniatur Dunia & Kehidupan dalam Sebuah Kereta Abadi

 
Director : Bong Joon-Ho


Boleh dibilang ini merupakan salah satu karya terbaiknya sutradara Bong Joon Ho. Film ini tampil tidak hanya sebagai film fiksi ilmiah semata, namun menjelma menjadi sebuah penggambaran reprentatif mengenai bagaimana kehidupan di dunia ini yang sesungguhnya. Berkisah tentang bumi yang dilanda kepunahan akibat kesalahan teknologi yang menyebabkan bumi diselimuti zaman es selama berpuluh-puluh tahun. Mencoba untuk mempertahankan garis kehidupan, sekelompok manusia berlindung dalam sebuah kereta yang melaju tanpa henti melintasi bumi. Kereta ini ibarat bahterah Nuh yang membawa orang-orang yang selamat dari zaman es yang mematikan tersebut.

Berada dalam "bahterah Nuh" tersebut tidak menjamin bahwa semua orang bisa mendapatkan perlakuan sama, sebagaimana yang biasa para survivor lakukan. Disini yang terjadi adalah seluruh unsur kehidupan dikerucutkan, diperjelas dan dipertajam. Para manusia yang berada dalam kereta tersebut dipisahkan dalam kelas-kelas sosial. Pemisahan berdasarkan pada kelas kepenumpangan mereka. Mulai dari Kelas Executive, kelas Eknomi dan penumpang gratisan. Kelas Eksekutif dan Ekonomi adalah mereka yang membayar untuk bisa selamat, sementara penumpang gratisan adalah mereka orang-orang kumuh yang diselamatkan namun berakhir sebagai penumpang yang tertindas.

Source : Google

Di kereta ini kesenjangan sosial tampak begitu jelas dan eksplisit. Yang kaya hidup berfoya-foya dan pesta pora, sementara yang miskin harus merasakan penderitaan dan ketidakadilan. Hal inilah yang akhirnya menimbulkan sebuah revolusi dari para penumpang miskin yang menginginkan kehidupan yang lebih baik, atau paling tidak rasa nyaman, aman dan terlepas dari penderitaan. Dan seiring dengan laju kereta yang terus membelah salju, para tertindas memulai revolusi penuh pengorbanan dan tumpahan dari ini dari ekor kereta menuju ke lokomotif.

Film ini benar-benar memberikan sebuah tayangan yang penuh makna. Bagaimana ketidakadilan terjadi dengan jelas dan "dirawat". Bagaimana orang-orang miskin harus berjuang dan bahkan saling berkanibal untuk bisa bertahan hidup. Sementara mereka yang ada digerbong depan mendapatkan kemewahan dan kesejahteraan melimpah. Film ini juga menjelaskan secara gamblang bahwa setiap perjuangan tidak pernah ada yang mudah, selalu ada yang berkorban dan dikorbankan. Tentang seseorang yang bisa saja berubah haluan walaupun sebelumnya dirinya berjuang dengan keras untuk membalas dendam. Tentang sistem, tentang posisi dan tentang fungsi kita masing-masing dalam kehidupan.

Bong Joon Ho benar-benar mencoba menampilkan ringkasan dunia dalam sebuah kehidupan kereta. Mencoba mengingatkan kita bahwa disaat kita duduk nyaman menyaksikan film di studio bioskop yang mewah dan sejuk, ada orang-orang dibelahan bumi lain yang harus duduk menyaksikan sanak saudaranya mati secara perlahan karena kemiskinan dan kelaparan. Mencoba mengingatkan kita bahwa diluar sana ada orang-orang yang sedang memperjuangkan ketidakadilan. Mengingatkan kita bahwa apa yang terjadi dalam Snowpiercer nyatanya memang terjadi di dunia ini dalam skala yang lebih luas.

Source : google

Segi Teknis film ini dikerjakan dengan baik. Bong Joon Ho benar-benar berhasil meyakinkan penonton mengenai kondisi dunia pada saat itu. Sutradara ini juga berhasil membawa penonton menikmati adegan demi adegan yang terjadi dalam sebuah kereta tanpa perlu merasa bosan. Jelas saja, karena tim artistik film ini berhasil memberikan disain dan dekorasi berbagai gerbong yang berbeda-beda namun indah. Serta entah memiliki maksud tertentu atau tidak, namun sutradara ini berhasil memasukan adegan sebuah kelas berisi anak-anak yang sedang didoktrin untuk mengaggap sang pemilik kereta sebagai Tuhan mereka. Adegan yang mengingatkan kita pada negara tetangga Korea Selatan, dimana masyarakatnya sudah dicuci otaknya untuk menganggap sang presiden adalah Tuhan mereka.

Ada salah satu tokoh menarik dalam film ini yaitu Jendral Mason yang diperankan oleh Tilda Swinton. Tilda berhasil memerakan karakter Jendral yang iconic dan memorable. Dia berhasil menjadi seorang jendral yang kejam, merendahkan, keji, berkelas dan pengecut. Boleh dibilang karakter Jendral Mason menjadi salah satu karakter yang paling menonjol dalam film ini. Akting Tilda Swinton benar-benar solid dan menonjol.

Jendral Mason by Tilda Swinton

Pada akhirnya film ini hadir tidak hanya sebagai hiburan namun juga membuka pikiran kita tentang kehidupan. Snowpiercer membawa kita mengelilingi dunia yang putih bersalju dalam sebuah revolusi berdarah di kereta abadi. Menyaksikan film ini seperti mengingatkan kita akan keadaan-keadaan diluar sana yang tidak kita sadari namun terjadi. Seperti para penumpang belakang yang tidak tahu bagaimana mewahnya kehidupan di gerbong depan, dan seperti para penumpang gerbong depan yang tidak tahu bagaimana kejamnya pederitaan yang dirasakan para penumpang di gerbong belakang.

Title
Snowpiercer

Director
Bong Joon-Ho

Year
2013

Genre
Action | Drama | Sci-Fi

Languange
English

Subtitle
Indonesia

Cast
Chris Evans, Ed Harris, Jamie Bell, Tilda Swinton, Alison Pill, Octavia Spencer, Kang-ho Song, Ah-sung Ko, Lue Pasqualino

Only at Blitzmegaplex

Source : Google

Score : 8.5 / 10
"We move forward..."
regards,

November 10, 2013

Kelakuan Anaknya

Source : My Nokia Lumia 720

Bertemu dengan bapak ini pada saat perjalanan menuju kantor. Benar-benar dibuat tersenyum dengan kepangan rambutnya yang unyu-unyu. Pasti yang ngepang anak perempuannya, hehehe... Dan sang bapak dengan bangganya menampilkan hasil karya anaknya kepada dunia. Ayah yang baik... :D







regards,

October 13, 2013

Alay Urban

pic: wallpaperswide

Anak remaja pake baju warna tabrakan. Cewek pake hot pants, kemeja putih, rompi hitam, dasi merah, topi merah plus sepatu booth merah menyala. Cowok pake celana bahan super ketat, kemeja gelap, gesper merah berduri-duri, kaca mata spion. Mungkin itu sudah nggak asing lagi sih bagi kita. Atau yang kalo ngirim SMS memadu-padankan penggunaan huruf yang overload, angka, tanda baca, tanda pagar, bintang, kurung buka-kurung tutup, kurung kurawal, sama dengan dan lain-lain. Mahluk-mahluk seperti mereka biasa kita kenal dengan sebutan alay. Gua yakin sebagian dari kita adalah golongan yang menertawakan mereka karena eksistensi mereka.

Namun sebenarnya kita sendiri sadar nggak sih, ada jenis alay baru yang tanpa sadar mulai menjakiti remaja-remaja, muda-mudi bahkan orang-orang dewasa saat ini. Sebuah jenis alay yang sebenarnya hampir sama parahnya dengan alay yang sebelumnya. Jenis alay yang memang tidak norak dalam arti penampilan, namun norak dalam arti pergaulan. Jenis alay yang disebut dengan Alay Urban.

Gua nggak tau sih yang lain pada nyadar apa nggak. Tapi kalo gua sendiri menyadari ini. Saat orang-orang yang ingin merasa gaul atau eksis berusaha untuk ikut-ikutan zaman. Okelah, zaman Blackberry semua orang meng-alay dengan pengen ikutan punya BB dengan alasan biar dibilang keren dan elegan. Padahal kenyatannya, fungsi BB (semenjak sindrom ini melanda indonesia) sudah turun dari gadget yang menentukan kelas sosial, menjadi gadget sejuta umat. Dan saat itu kegunaan BB dari hape yang digunakan untuk membantu keperluan kantor dan bisnis menjadi hape yang digunakan untuk keperluan chat saja.

Lalu Alay Urban mulai menjamah ke produk baru. Yang mendefinisi ulang kata gaul, eksis dan berkelas ke batas yang baru. Tablet. Di fase ini kaum alay urban mulai menemukan tingkatan baru dalam dunia pergaulan "ngakunya" eksekutif-eksklusif dengan mulai beramai-ramai menggunakan tablet. Mulai dari tablet dengan jenis "super-mahal" sampai tablet dengan jenis "murah-meriah-yang-penting-punya". Pada dasarnya tablet diciptakan dengan spesifikasi-spesifikasi khusus untuk konsumen-konsumen tertentu dengan kebutuhan yang spesifik. Ada yang untuk membaca, untuk belajar, untuk presentasi bisnis, untuk programming, untuk kebutuhan kantor dan keperluan lain. Namun Alay Urban merusak itu semua dengan menyamaratakan fungsi tablet sebagai alat untuk gaul. Yah, mereka membeli tablet (yang inginnya bagus) namun pada akhirnya hanya digunakan untuk chat, main game, upload foto sarapan/makan siang/makan malam mereka di instagram, sampai untuk dipamerkan ketika berkumpul bersama teman ditempat umum. Eksistensi ke-alay-an mereka ditegaskan dengan ketika jalan-jalan hanya menenteng tablet saja, tanpa perlu bawa-bawa barang lain. Biarlah barang-barang lain ditinggal di rumah, yang penting tablet kepunyaan bisa disaksikan dunia.

Detil pergaulan Alay Urban sempat mengheboh ketika Uniqlo membuka gerai pertama mereka di Indonesia. Sontak semua member Alay Urban bergejolak penuh nafsu dan hasrat untuk segera menyerang toko pakaian tersebut ketika waktunya dibuka. Jauh sebelum toko tersebut dibuka, euforia sudah menggelinjang-gelinjang dikalangan anak bangsa, maksud gua anak Alay Urban. Secarap bertahan namun frekuentatif mereka mulai sering membicarakan produk-produk toko tersebut tidak lupa diselipkan rencana belanja mereka diliputi detil-detil harga dan akan digunakan untuk acara apa. Sebagian dari mereka mulai menyusun rencana strategis jangka panjang-jangka pendek untuk membeli produk-produk yang bisa mensinkronisasikan eksistensi pergaulan mereka kearah yang sudah ditetapkan. Dan begitu toko tersebut dibuka, para Alay Urban yang berkekayaan pas-pasan langsung menyerbu bagaikan orang-orang miskin berebut raskin. Mereka menyerang toko tersebut seolah hari itu adalah hari terakhir sebelum kiamat menimpa bumi, karena embel-embel diskon gede-gedean. Disana mereka memporak-porandakan toko tersebut untuk mencari barang-barang dalam list mereka untuk dipakai sebelum bumi hancur dan mereka mati dalam fashion.

Jangan lupakan ketika virus Fixie menyebar dan menginkubasi dalam ranah pergaulan Alay Urban. Sepeda yang entah dari mana munculnya, tiba-tiba secara perlahan merayapi jalan-jalan ibu kota dengan warna-warnanya yang menyilaukan. Alay Urban yang tadinya tidak hobi bersepeda secara ghaib menjadi suka bersepeda dengan alasan kamuflase "pengen hidup sehat", namun kedok dibalik semua itu apalagi kalo buka, ingin singkronisasi pergaulan. Alay Urban mulai terlihat dalam momen-momen Car Free Day di hari minggu, bergerombol pada saat pulang kerja, bergoes bersama dalam suka dan canda tawa di sabtu siang yang cerah. Atau berkumpul di spot-spot tempat hang out dimana sepeda fixie mereka digunakan sebagai kartu pass untuk masuk dalam pergaulan. Dan begitu alam mulai berhasil memusnahkan virus Fixie, para Alay Urban berlabel "gaul hidup sehat" secara perlahan sirna dari muka bumi. Well, mereka nggak lenyap, hanya saja pergaulan dengan fixie sudah dirasa tidak eksis lagi, jadi lebih baik tuh sepeda diletakan di gudang saja, daripada dipake terus dan dianggap ketinggalan jaman.

Alay Urban mungkin akan menistakan Alay Versi Lama karena cara mereka berkirim pesan. Kombinasi huruf, angka, tanda baca, simbol-simbol yang disatukan dalam kalimat akan terlihat mengerikan jika dibaca oleh manusia normal, apa lagi oleh Alay Urban yang jelas-jelas tidak mau disamakan sama Alay Versi Lama. Bagi Alay Urban cara berkirim pesan seperti itu sangat kampungan dan tidak tahu tata bahasa. Namun entah kenapa ALay Urban tidak pernah menyadari bahwa mereka sendiri punya cara berkomunikasi yang pada akhirnya tidak memiliki etika tata bahasa. Jika Alay Versi Lama berkomunikasi dengan bahasa alay, maka Alay Urban berkomunikasi dengan emoticon. Ya, mereka kecanduan emoticon. Sejak Line dan Kakao Talk mulai menginsepsi pikiran mereka dengan fungsi dan kemenarikannya. Alay Urban mulai berburu emoticon-emoticon lucu untuk digunakan dalam percakapan mereka. Mereka rela bayar mahal demi mendapatkan Emoticon impian mereka, dan kemudian mereka kerap pergunakan (baca: pamerkan) dalam setiap percakapan baik bersifat pribadi maupun dalam group. Berharap ada teman mereka yang memuji emoticon-nya karena unik dan lucu, dan Alay Urban akan tersenyum dalam kebanggaan.

Kenyataan paling pahit yang gua dapati dari fenomena ini adalah anggota-anggota yang bergabung dalam Alay Urban ini. Jika Alay Versi Lama adalah kumpulan anak-anak remaja korban kecelakaan mode dan pergaulan. Dimana sebagian dari mereka mungkin tidak punya cukup otak untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mana yang kecelakaan fashion dan mana yang high fashion, mana yang bisa dibaca dan mana yang tidak bisa dibaca. Sementara Alay Urban justru muncul dari orang-orang yang berpendidikan. Mereka yang bersekolah, berkuliah, bahkan yang sudah bekerja di gedung-gedung tinggi nan elegan. Mereka dari golongan orang-orang yang memang berkelas, bercita rasa, memiliki gaya berpakaian yang modis, gadget expert, social media expert, namun semua itu adalah hasil contekan. Hasil dari contoh-contoh yang mereka pelajari mati-matian demi singkronisasi pergaulan. Mereka ingin tampak berkelas, maka mereka berjuang mati-matian untuk bisa dianggap salah satu dari antaranya. Mereka tidak tinggal di daerah-daerah pinggiran, namun tinggal di pusat kota, di epicentrum ibu kota, di tengah titik pergaulan, namun sebagian dari mereka berstatus anak kost, sewa kontrakan atau patungan sewa apartement.

Apapun mereka lakukan dan korbankan sehingga ketika mereka berjalan ditengah keramaian, mereka bisa berjalan dengan kepala tegak. Karena atribut-atribut pergaulan mereka sudah lengkap dipakai ataupun dipegang. Ketika berjalan di mall mereka tidak minder karena mereka telah serupa. Ketika ngongkrong bersama di Excelso, mereka tidak minder karena sudah sama rata sama gaya. Dan ketika berchating ria, mereka tidak perlu bingung, karena mereka sudah mengerti enkripsi-enskripsi komunikasi emoticon.

Gua nggak tau mereka sadar atau tidak, bahwa mereka sudah terlabelkan dengan label Alay Urban. Bahwa mereka sudah menjadi Alay juga, hanya saja mereka tidak tau ataupun tidak sadar. Percaya atau tidak, fenomena ini sudah ada dan terjadi, hanya saja kita sulit menyadari karena mereka tidak pernah tampil norak... atau memang karena kita juga adalah bagian dari mereka.





regards,

September 8, 2013

Teman Setelah Makan Siang

Source : EG

Yang biasa gua lakukan setelah makan siang... ngasep-ngasep...

Note : Jangan ditiru... yang males bersihin asbaknya, hehehe :p



regards,

September 1, 2013

Fuck You, dude!

google.com
Tadi malem mencoba untuk pergi berkunjung ke salon semi-langganan untuk memotong rambut gua yang mulai membuat gua tampak seperti Takeshi Kaneshiro versi gondrong. Dari awal dateng dan bertemu tukang pangkasnya udah mulai nggak enak, secara hospitality dari orang-orangnya udah nggak enak gitu.

Hal itu ternyata berkesinambungan! Selama dicukur tuh tukang cukur attitude-nya nggak banget. Seolah dia merasa jenuh dan muak melakukan pekerjaannya dan melampiaskan kebeteannya dengan memasang wajah bete selama nyukur gua. Mending kalo mukannya enak diliat, ini muka versi default-nya aja udah model-model minta ditabok, apa lagi pas jutek kaya tadi.

Setelah motong rambut, fix gua mencabut tag #langganan gua dari salon tersebut. Kemarin itu adalah terakhir kalinya gua memotong rambut disana. Gua harus mulai riset salon baru untuk potong rambut. Diagendakan!

Setelah dari salon gua fly over ke toko temen gua. Biasa lah, buat nongkrong-nongkrong sambil main UNO untuk kembali melegitimasi kehebatan gua sebagai seorang Peng-Uno yang ulung.

Ada kejadian lucu sih pas gua di toko temen gua itu. Jadi pas lagi main uno tiba-tiba ada tabrakan gitu didepan toko temen gua. Sedan hitam ditabrak dari belakang sama Nissan Juke putih. Praktis yang punya sedan keluar. Kaya om-om gitu, mukanya udah sangar KW Super! bentak-bentak yang punya Juke buat keluar dan bersiap untuk menghajar si pengemudi Juke. Namun pas yang punya Juke keluar, ternyata adalah seorang cewek cantik berpakaian seksi. Si om-om yang tadinya muka sangat langsung berubah jadi cengar-cengir, mesem-mesem, mesum-cabul. Gua sama temen-temen gua langsung ngakak pas ngeliat kejadian tersebut. Bagaimana perubahan ekspresi dan emosi si om-om tadi yang berubah 180 derajat hanya dalam hitungan detik. Sicabul yang tidak konsisten!

Lalu ketika gua pulang, gua menyempatkan diri untuk membeli rokok di Alfa Mart. Seperti yang sudah mulai gua biasakan sejak beberapa bulan ini kalo belanja segala sesuatu gua akan berusaha belanjanya di Alfa Mart. Alasannya kenapa? karena gua sekarang sudah punya Kartu Flazz versi Alfa Mart. Jadi terkadang kalo gua mau belanja ini-itu cuma bawa kartu itu aja... atau kadang bawa kartu ATM juga, siapa tau mau sekalian ambil duit atau isi pulsa hapeh.

Sialnya, pas gua belanja ke alfa mart tersebut, gua nggak bisa pake kartu Flazz. Alasan si penjaga toko katanya sistem kita 24 jam, jadi nggak bisa dulu pake kartu Flazz, takutnya nggak ke rekap. Bullshit banget! di Alfa deket rumah gua, make sistem 24 dan nggak pernah ada masalah tuh. Untung aja gua masih bawa uang cash, jadi masih bisa beli tuh rokok. Woy mas, kalo udah males kerja mah keluar aja! nggak usah nyalah-nyalahin sistem deh, looser banget sih lo!



regards,

August 9, 2013

Ceritanya Dipake Lagi

google.com

Tetangga tiba-tiba ngajak gabung lagi buat ikutan jadi timnya, walaupun versi jarak jauh. Yaaaa, walaupun yang didapet nggak seberapa, tapi kan yang penting ukiran nama guanya.

Saat ini sudah mulai fix dengan apa yang dikerjakan sekarang, jadi yang proyek lain-lain nggak terlalu dipikirin. Cuma diambil yang kedepannya, hasilnya bisa gua pake untuk pamer-pemer ke calon majikan baru.

Padahal dulu sempet sok jual mahal karena dikasih murah, namun setelah dipertimbangkan ulang, saat ini yang gua butuhkan adalah banyak-banyakan ukiran nama di hasil karya, bukan banyak-banyakan yang bisa mereka kasih buat gua.

Ada saatnya gua nanti bisa memanen rupiah ketika apa yang gua kumpulkan saat ini bisa gua jadikan amunisi untuk langkah-langkah gua kedepannya. Yang gua kumpul-kumpulin saat ini bisa gua jadikan anak-anak tangga supaya gua bisa terus berpijak ke tingkat yang lebih tinggi.

Semakin tinggi pijakan, semakin banyak buah yang bisa gua petik. Saat ini, waktunya mengumpulkan ukiran nama....


regards,

July 13, 2013

Nokia Lumia 720 Ngehang?

google+

Pernah ngerasain pas kamu lagi asik-asik bermain dengan Nokia Lumia 720-mu trus tiba-tiba hape kamu yang keren dan elegan banget itu ngehang?

Yang bikin stress kamu nggak tau bagaimana cara ngerestart hape kamu karena semua tombol yang kamu tekan dan sentuh tidak berfungsi.

Ternyata ada caranya...!!! Caranya sangat mudah! begini:
Kamu tekan tombol "Volume Down" dan tombol "Power" bersamaan selama kurang lebih 15 detik. Lalu tunggu sampai terjadi reaksi. Antara hape kamu bergetar dan mati, atau hape kamu bergetar dan restart ulang.
Dan setelah itu Nokia Lumia 720 kamu yang cantik itu akan kembali berfungsi dengan normal. Sejauh ini di gua berhasil, nggak tau deh kalo di hape kalian. hehehe...

Selamat mencoba... : )
regards,