 |
| google |
Kenapa kita selingkuh?
Sebuah pertanyaan yang terkadang mengganjal gua untuk memberikan sebuah argumen personal.
Kita adalah mahluk visual. Ya walaupun kata "mahluk visual" lebih tepat disandingkan ke laki-laki, namun pada dasarnya kedua gender tersebut memiliki dasar sifat yang sama, walaupun dengan presentase yang berbeda.
Gua mengakui memiliki kelemahan dalam melihat sesuatu yang indah. Apapun yang berpenampilan menarik pasti akan mampu menarik mata gua ke sudut untuk memperhatikannya lebih lama. Apa yang gua alami dan lakukan ini mungkin juga dilakukan oleh sebagian besar orang diluar sana. Karena pada alaminya kita tertarik melihat yang bagus-bagus.
Atas dasar konsep diatas itulah gua mencoba membawa hal ini kedalam ranah sebuah 'hubungan'. Ketika kita sudah bersanding, baik untuk sementara atau tetap dengan seseorang, kita akan selalu tergoda untuk melihat yang baru. Meng
eksplore hati yang baru, menjelajah kehidupannya, menikmati kemenarikannya, terhanyut dalam pesonanya. Sebuah hal yang secara perlahan menarik kita pada sebuah fase yang bernama selingkuh.
Atau ketika apa yang sudah kita genggam tidak menarik lagi. Saat itulah kita mencoba mencari sentuhan baru yang berbeda. Kita mencoba mencari rasa dan sensasi baru yang berbeda. Konyol aja kalo kita mencari rasa dan sensasi yang sama. Kenapa berbeda? karena perbedaan akan selalu menjadi yang paling menarik. Ketika kita menatap mata yang berbeda, menyentuh dinding tubuh yang berbeda, mengecup rasa yang berbeda. Semua itu memberikan rasa yang menarik, walaupun disaat yang bersamaan mengkhawatirkan.
Kita terhisap dalam visual baru, terhisap dalam fantasi baru, terhisap dalam sensasi baru. Bersama dia yang berbeda. Tangan kita menggenggam, hati kita bertaut, pikiran bergejolak, jiwa berhasrat. Dan atas dasar persetujuan kedua belah pihak kita memulai hubungan baru. Lalu begitu kita menyadarinya ada nama dari semua itu: Selingkuh.
Gua sebagai salah satu orang yang tidak atau belum mempercayai apa itu cinta, masih belum bisa menyelami makna selingkuh lebih dalam. Nggak tau, apakah menjelajah bibir orang di hari senin dan menjelajah bibir yang berbeda di hari rabu tanpa terikat persaan bisa dikategorikan selingkuh? Gua rasa sih enggak. Karena yang gua rasakan selama ini hanyalah kesemuan.
Namun pada akhirnya gua mencoba untuk mengenal. Apa itu selingkuh? Bagaimana dia bekerja. Sebuah perasaan sayang yang disembunyikan dari dunia. Sebuah hubungan yang disembunyikan dari dia yang kita sebut pasangan. Mengapa kita selingkuh? apakah untuk mencari rasa baru? atau mencari perbaikan?
Dia yang kita kenal sudah tidak lagi menarik, sudah tidak lagi menyenangkan, sudah membosankan, sudah hambar. Lalu mengapa kita mempertahankan?
Lalu mengapa kita selingkuh?
Untuk apa?
Apakah ini berakhir pada sebuah formula kasih sayang yang baru, atau untuk merevisi dan menemukan nilai baru dalam hubungan kita yang sudah lama terjalin?
Apa itu rasa baru? Birahi? Kalau begitu mengapa kita menjalin hubungan?
Apa itu rasa baru? Kasih sayang? Kalau begitu apa bedanya dengan yang sudah kita dapatkan?
Apa yang kita rasakan ketika berselingkuh? Rasa senang... khawatir... adrenalin... kebanggaan?
Untuk apa kita berselingkuh? Rasa baru atau rasa bangga?
Rasanya sangat kekanak-kanakan ketika kita melakukan perselingkuhan untuk alasan kebanggaan. Bagi gua personal memiliki banyak selingkuhan adalah reprensentasi dari ketololan yang dimanipulasi. Sebuah ketololan karena ketika hati kita tidak bisa bertahan pada hati lain untuk waktu yang lama namun bersikeras menjalin sebuah hubungan.
Lalu apakah selingkuh itu salah?
Well, bagi gua pribadi sih tidak. Karena kita hidup untuk mencoba.
Memang akan ada pihak yang dirugikan, namun pada akhirnya semua itu hanya akan menjadi tanggung jawab masing-masing pihak. Ada resiko dari tiap tindakan, ada pilihan dari setiap kesempatan. Memang ini bisa saja berakhir pada ujung yang berantakan. Namun nantinya kita akan menyadari bahwa dari keberantakan itu ada nilai-nilai dan makna yang terserak diantaranya. Dan dengan begitu kita bisa tahu dari mana harus memulai kembali.
Dan pada akhirnya bagaimana ini akan berujung? Apa definisi hubungan yang bisa kita peroleh dari perselingkuhan yang kita jalani. Apakah ini menjadi sebuah permulaan baru atau sebuah bab baru?
Apakah kita akan memutuskan untuk mengakhiri yang lama dan memulai dengan yang baru. Menyadari bahwa segalanya memang berubah, diri kita berubah. Kita merasa memerlukan orang baru yang sanggup dan mau berjalan bersama perubahan diri kita. Berjalan bersama menemukan arah baru. Kita menyadari pada akhirnya ini adalah rasa cinta yang sebenarnya. Perselingkuhan hanyalah sebuah fase untuk menyakinkannya.
Atau apakah kita memutuskan untuk kembali dan memulai bab baru dalam buku yang sama. Kita menyadari bahwa dia yang kita sembunyikan itu hanyalah sebuah jalan bercabang yang pada akhirnya membawa kita kembali kepada jalan kita sebelumnya. Kita menyadari bahwa segala rasa, sensasi, kenikmatan dan kasih sayang yang kita nikmati dari dia yang kita sembunyikan tidak bisa menggantikan apapun yang telah melekat lebih dulu di hati kita. Kita menyadari bahwa semua itu hanyalah sebuah cara untuk membuat kita kembali kepada pasangan kita dengan sudut pandang yang baru dan menyadari bahwa kita sudah bersama orang yang tepat.
Atau...
Kita menyadari bahwa pada dasarnya kita tidak memiliki rasa apapun. Kita menyadari bahwa kita hanyalah kebebasan. Kita hanyalah jiwa yang tidak tertambat. Kita tidak memilik tempat berlabuh. Kita tidak memiliki jalan pulang...
Kita adalah jiwa yang datang dan pergi. Mencari kesenangan bersama orang lain dan menikmati kesedihan dalam diri sendiri. Kalo begini adanya, kita sebenarnya tidak pernah selingkuh. Kita hanya merasa bebas, dan pasangan kita hanyalah orang yang menganggap dirinya korban.
Akhir mana yang kita rasakan?