August 25, 2016

Movie Review - The Secret Life of Pets

img:sobrosnetwork

Sepertinya alasan banyak orang yang tertarik menonton film ini adalah karena iklan trailernya yang sangat menarik untuk ditonton dan membuat orang penasaran. Untungnya hal tersebut tidak menjadi kekecewaan, lantaran film utuhnya sendiri jauh lebih fun daripada trailernya.

Alkisah tersebutlah seekor anjing peliharaan bernama Max yang memiliki hidup bahagia bersama majikannya. Setiap majikannya pergi bekerja, max akan bersosialisasi dengan sesama hewan peliharaan lainnya dalam suka cita dan kebahagiaan. Sampai akhirnya sang majikan membawa anjing baru bernama Duke untuk dipelihara dan hal itu membuat kesejahteraan Max terancam. Munculnya Duke di kehidupan Max membawa dirinya ke sebuah petualangan yang seru dan pastinya kocak.

Begitu mengetahui jajaran aktor spesialis komedi hadir dalam film ini seperti Louis C.K., Eric Stonestreet dan Kevin Hart, gua udah bisa membayangkan bahwa film ini akan menjadi film yang lucu secara cerdas. Cerita film ini tergolong sederhana, namun eksekusinya dilakukan dengan baik dan sangat tidak mengecewakan. Dan sepertinya cerita yang sederhana serta jajaran adegan kocak yang menghiasi sepanjang film menjadi nilai utama dari film ini, sebab dari segi teknologi animasi, sebenarnya film ini biasa saja.

Sebagai sebuah film kartu yang diharapkan untuk menghibur penonton, The Secret Life of Pets telah berhasil melakukan tugasnya dengan sangat baik.


Score : 8 / 10
Note: Trailer yang beredar sebelumnya, ternyata adalah potongan bagian awal dalam film ini. Well, cukup "kreatif".

 
regards,

August 10, 2016

Movie Review - The Shallows

img: nationalgeographic.com
Sebuah film survival tentang seorang peselancar wanita yang diserang oleh seekor hiu dan berakhir terdampar di batu karang yang hanya berjarak 180 meter dari pantai. Hanya saja kondisinya yang luka parah dan selalu mengalami pendarahan, membuat sang hiu tidak pernah mau jauh-jauh dari si cewek. Dan sepanjang film kita akan dibawa menikmati ketegangan bagaimana si cewek ini berusaha sebisa mungkin menghindar dari si hiu.

Nilai utama dari film ini adalah bagaimana perjuangan sang cewek untuk tetap hidup. Setelah itu tidak ada lagi hal menarik yang bisa ditonjolkan. Namun karena itulah, film ini menjadi sangat fokus terhadap si pemeran utama. Sang sutradara cukup baik untuk membuat penonton tetap terjaga fokus sepanjang film tanpa menyebabkan rasa bosan, karena plot film dibawa secara perlahan menuju klimaks yang seru.

Untuk teknis film ini mungkin sedikit agak buruk, khususnya di bagian pencahayaan atau teknik yang menjaga agar setiap adegan memiliki nuansa gambar yang konsisten. Karena banyak sekali adegan-adegan yang gambarnya memiliki nuansa yang berbeda-beda, kadang terang - kadang gelap, dan hal ini cukup mengganggu gua sebenarnya. Namun terlepas dari itu, The Shallows sanggup membuat anda terlonjak kaget selama menontonnya. Seru sih.

Score : 7 / 10

regards,

August 4, 2016

Samsung Bagikan 12.500 Galaxy S7 Edge untuk Olimpiade Rio

img source : 2016 Getty Images


Wow! Keren banget. Produsen Smartphone terkenal asal Korea Selatan Samsung membagikan sekitar 12,500 Galaxy S7 edge Olympic Games Limited Edition kepada seluruh peserta Olimpiade 2016 di Rio, Brasil. Enak banget! Motif pemberian ini dikatakan agar para peserta atau atlit olimpiade ini bisa dengan mudah dan nyaman berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman mereka di seluruh dunia.

Seperti yang sudah diketahui, perusahaan asal Korea ini memang sudah cukup sering menjadi sponsor atau partner kerja sama dalam perhelatan olahraga akbar Olimpiade ini. Bahkan kerja sama Samsung ini rencananya akan terus dilanjutkan sampai 2020, dimana olimpade akan diadakan di Tokyo, Jepang. Jadi penasaran, pada tahuan 2020 nanti, Samsung bakalan nyumbang apa ya? Gua yakin bakalan lebih heboh lagi dari 12.500 Galaxy S7 Edge ini.

Lini hape Samsung pada dasarnya udah banyak banget yang make, karena produk-produk mereka yang benar-benar dirancang untuk memenuhi seluruh kebutuhan lapisan masyarakat. Ditambah seperti yang sudah banyak diberitakan, bahwa penjualan Ponsel Flagship mereka, Samsung Galaxy S7 Edge laris manis di seluruh dunia. Gak heran juga sih, secara hape yang satu ini benar-benar keren banget desainnya. Bayangin aja, pada kedua sisi layarnya terhadap lengkungan atau edge yang membuat ponsel ini seakan tidak memiliki bezel. Model layar lengkung ini memang sudah mulai diaplikasi oleh Samsung sejak zaman Samsung Galaxy Note Edge yang berhasil membuat publik kagum atas desain kerennya ini.

img source: 2016 Getty Images

Sejak saat itu, desain edge ini terus diadopsi pada Samsung Galaxy S6 Edge dan sampai di S7 Edge yang terbaru ini. Sementara dalam rangka menyambut olimpade 2016 di Rio, Brasil ini, Samsung secara khusus membuat S7 Edge dengan desain khusus Olimpiade. Lini produk desain khusus S7 Edge ini sebelumnya juga pernah dilakukan untuk edisi khusus Batman dengan nama “Injustice”.

Dan sekarang, Samsung muncul dengan berita heboh dengan membagikan 12.500 Samsung Galaxy S7 Edge kepada para atlit olimpiade. Dengan spesifikasi layar Super AMOLED berbentang 5.5 inchi, Samsung menghadirkan kualitas layar QHD (1440 x 2160 pixels). Belum lagi ditambah dengan Prosesor Qualcomm Snapdragon 820 dan RAM 4GB membuat setiap apapun yang dikerjakan oleh ponsel ini akan berjalan mulus tanpa gangguan. Jangan lupakan juga Kamera 12 Mega pixel yang sanggup menggambil gambar bening dan sempurna, sementara untuk kamera depan memiliki kualitas 5 mega pixel yang bahkan sudah mendukung fitur HDR.

Kehebatan lainnya yang tidak boleh dilewatkan adalah kemampuannya untuk bertahan didalam air dengan sertifikasi IP68 yang menjamin perangkat ini tahan air dikedalaman 1,5 meter selama 30 menit, serta anti debu. Buat Samsung, dari 12.500 Handphone, satu unit bisa kali dikasih ke Ellious Grinsant, huhuhu… ngarep.

img source: 2016 Getty Images


regards,

August 3, 2016

Movie Review - Ice Age: Collision Course

IMG : foxmovies.com

Seperti biasa, film ini memiliki plot cerita yang sederhana namun tetap memiliki sub plot yang mengandung pesan moral. Berkisah mengenai kedamaian di bumi purbakala yang terancam oleh meteor besar yang siap menghantam bumi. Dan para kawanan Ice Age pun bahu-membahu seperti biasa dalam misi menyelamatkan bumi dari kejatuhan meteor tersebut. Yeaaaah, tak perlu diragukan lagi lah, film ini pasti happy ending.

Soal kelucuan film ini menurut gua masih cukup cerdas dalam meletakan joke-joke yang cerdas dan nggak kacangan atau bahkan murahan. Beberapa adegan lucu bagi gua personal bisa membuat gua tertawa. Walaupun alur ceritanya yang tampak tidak ada perkembangan dari film-film sebelumnya membuat gua sempat tertidur ditengah-tengah film. Seolah film ini dibuat cuma untuk mencari uang saja dan tidak peduli terhadap kualitas materi cerita. Sehingga tidak heran jika kedepannya masih ada lagi seri terbaru dari film ini, orang-orang akan tidak sibuk menanti.

Overall, sebagai film hiburan untuk keluarga film ini masih boleh banget buat ditonton. Terutama ketika semua film oke di studio lain sudah anda tonton semua.

Score : 6 / 10
Note : Ada adegan menarik pada awal film yang menjelaskan bagaimana asal-muasal terbentuknya planet-planet di tata surya kita. Cerdas & Lucu.



regards,

July 28, 2016

Movie Review - Skiptrace

Img Source : indiewire

Salah satu film hiburan yang menyenangkan di tahun ini. Skiptrace bercerita mengenai upaya Jackie Chan membawa seseorang tawanan yang ternyata membawa sebuah barang bukti berharga. Perjalanan mereka berdua dari Rusia ke Hongkong dengan melintasi Mongolia menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan dan tak terlupakan. Boleh dibilang lupakan saja plotnya yang standart abis, tapi fokuskan diri anda pada berbagai kejadian-kejadian seru dan lucu yang menghiasi sepanjang film. Ditambah anda pasti akan dibuat kagum dengan landscape Mongolia yang ternyata keren banget. Film ini juga mencoba untuk memperkenalkan berbagai tradisi budaya dan kesenian dari suku setempat yang sangat menarik. Kelucuan dari film ini sebenarnya biasa saja, namun tidak payah untuk dijadikan sebagai tontonan hiburan.

Btw, gua menonton film ini di Bioskop Gajah Mada XXI. Bioskop yang memiliki bentuk studio yang unik. Model kursinya melengkung seperti model stadium, dan tahukah bahwa pintu "EXIT" dari studio ini berada di bawah layar. Jadi di bawah layar terdapat tangga kebawah yang menuju ke pintu keluar. Hal menarik lainnya adalah pada waktu nonton satu studio penuh, sebelum film mulai bioskop tampak riuh dengan berbagai obrolan ditambah adanya petugas XXI yang berdagang makanan-minuman, hampir membuat suasana bioskop saat itu seperti bioskop rakyat. Namun yang lebih menarik saat film mulai seluruh penonton ikut hanyut dalam film tersebut, mereka tertawa bersama-sama dan seru bersama-sama saat adegan-adegan seru. Lalu akan kembali diam saat memang tidak ada hal yang harus "direspon". Sebuah pengalaman menonton yang menyenangkan.

Score : 6 / 10
Note : Cuma bioskop ini lobinya sempit banget.



regards,

July 23, 2016

Movie Review - Star Trek Beyond

img source : Trektoday.com

Bisa dibilang saga film ini termasuk yang rajin dapet nilai bagus dari kritikus. Ya itu sendiri memang bukan tanpa alasan, seri terbaru Star Trek ini memang dibuat dengan sangat baik. Jadi gak heran deh kalo dapet nilai bagus.

Di seri yang ketiga ini, USS Enterprise sedang dalam misi kerja 5 tahunan yang melelahan dan cenderung membosankan, setidaknya bagi mereka. Bayangin aja harus berada di kapal tersebut selama 5 tahun, bakal kaya gimana itu bosannya. Namun pada satu misi, mereka diserang oleh musuh yang sulit dilawan sehingga menyebabkan mereka terdampar di planet milik sang musuh. Di sini para kru USS Enterprise ditangkap dan ditawan, dan misi dari film ini sekarang adalah upaya pembebasan diri dari cengkraman musuh dan menyelematkan sebuah planet yang indah dari bahaya kehancuran.

Sebenarnya untuk sebuah film sebesar Star Trek, kualitas dari plot serta materi cerita pada film ini agak lebih ringan dari film-film sebelumnya. Konflik yang terjadi pada film ini sebenarnya terkesan general dan memiliki kemungkinan happy ending lebih besar. Namun setidaknya ini jauh lebih baik dari pada plotnya malah lebih buruk dari yang kita bayangkan.

Untuk soal porsi Action, pasti kalian akan sangat menyukai adegan ketika kapal USS Enterprise diserang oleh musuh dan adegan saat Kapal USS Franklin menyerang musuh. Walaupun gua merasa model serangan pada film ini mengingatkan gua akan adegan serangan musuh pada film The Matrix: Revolution, tapi biarlah, karena "copycat"nya ini dieksekusi dengan sangat baik dan begitu seru. Bahkan beberapa adegan pada film ini dibuat dengan sinematografi yang keren, yang membuat adegan action tersebut tampak begitu kolosal. Oh ya, adegan serangan USS Franklin yang dibalut dengan lagu Beastie Boys pada adegan klimaks film ini boleh dibilang KEREN BANGET sih.

Satu hal lagi yang menjadi nilai tambah dari film ini. Dikarenakan ada cukup banyak aktor utama pada film ini sehingga sudah menjadi tugas sang sutradara dan penulis skenario untuk menyiapkan adegan-adegan yang adil untuk tiap-tiap aktor, dan film ini cukup berhasil melakukannya. Setiap aktor memiliki porsi adegannya yang cukup, sehingga dapat memberikan ruangan untuk pengembangan karakter.

Secara garis besar, film Star Trek ini sebenarnya bukan sequel yang ditunggu-tunggu. Tapi untunglah film ini bisa memberikan suguhan keseruan yang tidak mengecewakan. Sehingga sebagai sebuah film yang tidak dinantikan banyak orang, Star Trek Beyond masih berhasil memberikan tontonan yang menarik dan seru.

Score : 7.5 / 10
Note : Di film ini ada Joe Taslim.


regards,

July 11, 2016

Movie Review - Sabtu Bersama Bapak

IMG : Lipstik TV

Bukunya sih waktu itu udah gua beli, cuma pada akhirnya gak kebaca karena kesibukan gua menekuni profesi melamun. Sabtu Bersama Bapak sepertinya memiliki sedikit kesamaan dengan Kuch Kuch Hota Hai, dimana seorang anak yang ditinggal meninggal salah satu sosok orang tuanya, namun masih bisa menemuinya melalui media video. Jika yang film India itu yang meninggal ibunya, di film ini yang meninggal bapaknya.

Jadi... sebagaimana yang diceritakan oleh nasib, tersebutlah dua anak bernama Satya dan Saka yang ditinggal meninggal oleh bapaknya. Namun karena sang bapak tidak mau kedua anak-anaknya hidup tanpa bimbingan dari bapaknya, maka dibuatlah berbagai video yang merekam sang bapak memberikan berbagai nasehat dan petuah kepada anak-anaknya, yang akan membantu mereka dalam mengarungi kerasnya kehidupan di bumi pertiwi ini. Dan sejak kecil hingga dewasa rekaman-rekaman ceramah sang bapak menemani mereka sampai menjadi pribadi yang sukses, atau setidaknya seperti itu.

Boleh dibilang plot di atas pada kenyataannya bukanlah sebuah kisah utama. Karena yang akan anda saksikan selama film ini berlangsung adalah bagaimana kehidupan dari Saka dan MargaSatya ini dalam menerapkan ajaran-ajaran sang bapak. Bagaimana kedua anak ini mengintepretasikan secara personal berbagai ajaran bapak dan menerapkannya dalam kehidupan dewasa mereka.

Secara personal sih gua kurang menyukai film ini dari beberapa aspek, walaupun gua sendiri menikmatinya. Aspek pertama yang gua kurang suka dari film ini adalah bagaimana film ini lebih memilih untuk menceritakan kehidupan kedua anak tersebut pada saat dewasa sementara sang bapak hadir sebagai pendukung saja. Entah versi novelnya juga demikian atau tidak (karena saya tidak selesai membacanya), sebenarnya akan lebih menarik lagi jika yang disajikan adalah bagaimana hubungan bapak dan anak yang unik ini berlangsung dari kecil hingga dewasa. Bagaimana Satya dan Saka mengintepretasikan pesan-pesan sang bapak dalam kehidupan mereka, yang mana biasanya masing-masing akan memiliki cara pandang berbeda dan bisa saja berujung konflik. Namun karena Tuhan dan Sutradara Monty Tiwa menginginkan hal yang berbeda, saya mah bisa apa atuh.

Aspek kedua adalah tidak semua karakternya berhasil dalam film ini. Saya pribadi lebih merasa karakter Saka yang diperankan oleh Deva Mahendra dan karakter "Neng" yang diperankan oleh Acha Septriasa lebih hidup dan lebih bisa menarik simpati penonton dibandingkan karakter yang lain. Mungkin ini karena kemampuan akting aktornya kali ya yang bagus, sehingga sanggup membuat kedua karakter tersebut memorable.

Aspek Ketiga dan yang mana ini cukup aneh bagi gua secara personal, adalah bagaimana flatnya akting kedua anak-anak dari pasangan Satya dan Neng. Sepanjang film kedua anak tersebut berakting dengan begitu flat, tanpa ekspresi, misterius bahkan sampai gua merasakan mistis. Kedua anak-anak tersebut tidak tampak "hidup" sepanjang film ini. Setiap ada adegan yang melibatkan kedua anak tersebut gua sempat berpikir bahwa kedua anak tersebut adalah hantu. Dan sempat tercipta juga sebuah plot di kepala gua bahwa sebenarnya Si Eneng ini dulu dua kali hamil dan dua kali juga keguguran, dan kenyataan itu tidak bisa diterima oleh pasangan ini sehingga memutuskan untuk menganggap kedua anak tersebut "ada" dan "berkembang". Dan dua jin mencoba mengambil manfaat dari kondisi psikologis Satya dan Neng yang stress itu dan menjelma menjadi kedua anak tersebut... Ngeri ya. Abis mau gimana lagi, gua kepikirannya begitu.

Aspek yang keempat adalah adanya masalah serius pada teknis film ini, khususnya bagian sound dialognya. Gua gak tau, entah kuping gua yang bermasalah atau gimana, namun rasanya sound dialog pada film ini tidak seperti film-film kebanyakan, agak gak jernih gimana gitu khususnya pada adegan-adegan di luar ruangan. Kemudian sinematografi dan format gambar yang disajikan juga khas FTV, sehingga membuat gua seperti sedang menonton FTV di layar besar dan bayar pula.

Namun terlepas dari itu, masih ada beberapa serpihan kebahagiaan yang bisa anda dapatkan ketika menonton film ini. Plot film ini masih bisa anda nikmati dari awal sampai akhir tanpa membuat anda merasa bosan atau jemu. Lalu tokoh Saka yang konyol, dan bagaimana beratnya Neng menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga pasti akan sukses membuat anda menaruh simpati kepada kedua tokoh ini. Dan akhirnya dengan ending yang sanggup membuat kita tersenyum merestui, film ini pun akan berakhir dengan indah. Nggak apa-apa lah untuk anda jadikan pilihan menonton ketika film-film seperti The Conjuring 2, The Legend of Tarzan, Finding  Dory, Now You See Me 2 sudah anda tonton semua.


Score : 5.5 / 10
Note : Tidak ada bukti otentik yang sanggup membuktikan kepada penonton bahwa video-video si Bapak ditonton setiap Sabtu. Tim Gabungan Pencari Fakta harus diturunkan untuk penyelidikan film ini.




regards,

July 10, 2016

Movie Review - The Legend of Tarzan

img: Istimewa

Ini mungkin satu-satunya film Tarzan yang metode penceritaannya berbeda dari seri-seri Tarzan yang sebelumnya, bahkan dari film Tarzan X sendiri. Di sini diceritakan Mas Tarzan sudah kembali keperadaban dan menjadi orang kaya, namun ada satu hal yang akhirnya membuat dia mau gak mau kembali ke kampung halamannya yaitu Hutan Belantara. Oh ya, disini si Mas Tarzan udah nikah dan kawin walaupun belum punya anak, dan pas pulang kampung diajak pula lah istrinya ke kampung, karena ternyata aslinya mereka masih satu kampung, atau seenggaknya satu kecamatan. Alur maju mundur pada film ini karena di film ini sekalian juga diceritakan bagaimana si Tarzan bisa tinggal di hutan, serta bagaimana asal muasal konflik yang terjadi pada film ini.

Rotten Tomatoes entah mengapa memberi skor rendah pada film ini, padahal film masih lumayan bagus, karena mengambil pendekatan yang berbeda. The Legend of Tarzan memang terkesan lebih suram dan gelap, namun hal itu masih bisa diterima. Apalagi konflik pada film ini terkesan logis dan seperti saling berkaitan satu sama lainnya. Atau mungkin karena si Mas Tarzan sendiri yang tampak kurang garang dari segi muka, karena entah mengapa tubuh bagus si Tarzan ini tidak bisa menutup kenyataannya bawah wajahnya masih kurang garang. Justru Margot Robbie yang memerankan Jane malah tampak lebih pas memerankan karakternya. Padahal pas awal-awal gua melihat kehadiran dirinya di film ini, gua pikir film ini akan menjurus ke film porno, secara mukanya "Identik". Namun nyatanya dirinya berhasil memeranan karakter Jane yang berkelas. Justru yang lebih gak penting lagi adalah kehadiran Samuel L. Jackson sebagai George Washington Williams yang tampak sebagai tempelan. Dimana jika karakter dia digantikan dengan orang lain tetap tidak jadi masalah.

Hal yang cukup menarik dari film ini adalah kegemaran sang sutradara untuk mengambil adegan wajah yang over zoom. Sehingga gua kadang agak risih ngeliat muka orang segede gaban memenuhi layar. Namun pengambilan sinematografi yang menampilkan eksotisme hutan pada film ini berhasil memukau penonton dan membuktikan bahwa hutan itu adalah hutan belantara.

Dan sorry untuk Christopher Waltz yang berperan sebagai Leom Rom. Sebagai tokoh antagonis dalam film ini, entah mengapa masih mengingatkan gua akan karakter dia sebagai Colonel Hans Landa dalam film Inglorious Basterds. Karena cara dia berakting hampir sama.

Overall, sebagai sebuah film Musim Panas 2016 yang sebenarnya masih ada hujan-hujannya, The Legend of Tarzan masih bisa diterima sebagai film yang menyenangkan. Setidaknya film ini lebih baik daripada film sequel Independence Day dimana gua malah ingin membunuh umat manusia di film itu dibanding aliennya, karena sangking membosankannya film tersebut.

Score : 7 / 10
Note : Tagline film ini mengingatkan gua akan lagu ini


regards,

July 8, 2016

Ketika Rencana Tidak Bertemu Realisasi


Memang terkadang banyak hal yang terjadi di luar rencana kita. Saat rencana yang sudah dengan matang kita buat namun ternyata berakhir dengan kegagalan. Seperti yang gua alami beberapa hari yang lalu.

Sudah lama gua berencana untuk pergi ke Manggal Dua Mall untuk membeli Blu-ray Writer, Kotak DVD 100 buah dan Blu-rady Disk kosong yang 25 GB sebanyak 50 buah. Gua sudah membulatkan tekat untuk membelinya pada hari senin 4 Juli 2016, pada saat cuti bersama lebaran. Lalu ketika hari yang dinanti tiba, berangkatlah gua bersama adik gua ke Mangga Dua Mall dengan naik kereta. Namun apa yang terjadi sodara-sodara? Setibanya disana banyak toko yang tutup! Ini karena sebagian besar toko pada tutup untuk libur lebaran. Alhasil semua yang gua ingin beli tidak kebeli semua. Rasanya sangat menyebalkan ketika pulang dengan tangan hampa.

Lalu saat gua sudah berencana pada minggu sore untuk pergi makan di salah satu restoran dengan menggunakan voucher. Lalu pas sampe di restorannya ternyata mereka tutup lebih cepat lantaran sudah sold out.

Rasanya memang sangat menyebalkan sekali ketika semua rencana kita gagal saat dijalankan. Dan sampai sekarang masih bingung juga pelajaran apa yang bisa diambil dari kejadian ini. Apa pelajaran mengenai "Berserah Kepada Tuhan"?




regards,

July 5, 2016

Photo Expo : Mangga Dua Mall


Taken By : Lumia 950 XL
 
Menyebalkan itu adalah ketika jauh-jauh ke Mangga Dua Mall, dan barang-barang yang dicari gak dapet karena sebagian besar toko pada tutup musim lebaran.
[My Instagram]







regards,