September 22, 2016

Movie Review - Pete's Dragon

img: movies.disney.id

Setelah Jungle book yang berhasil menyajikan indahnya pesona hutan dan para penghuninya, kini hadir pula film untuk anak-anak dengan judul Pete's Dragon. Film berkisah tentang seorang anak yang selamat dari kecelakaan dan kemudian dirawat oleh seekor naga. Bersama-sama, mereka tinggal didalam hutan dengan damai dan tenang. Sampai akhirnya waktu membawa mereka untuk mulai berinteraksi dengan peradaban manusia.

Menonton film ini membawa sebuah perasaan magis berkat penggarapannya yang sederhana namun bersahaja. Setting film yang mengambil lokasi jauh dari peradaban modern, walaupun sebenarnya film ini merupakan film modern, membuat film sarat akan cita rasa klasik. Sehingga tidak menutup potensi bahwa film ini bisa menjadi the next memorable movie seperti The Junggle Book. Para tokoh dalam film ini memiliki ruang dan waktu yang cukup untuk saling berkembang membuat hampir setiap individu dalam film ini memiliki peran yang benar-benar berarti di film ini.

Kelebihan dari film ini juga sebenarnya bisa menjadi kelemahan dari film ini. Ceritanya yang simple namun terjaga dengan baik, sebenarnya bisa membawa ini menjadi film yang mudah dilupakan. Karena sebenarnya hampir tidak ada unsur "wow" atau keunikan tersendiri yang membuat film ini berbeda dari film-film untuk anak-anak lainnya. Konflik yang tidak berat, para aktor yang tampak seragam, sampai faktor X lainnya yang sebenarnya bisa membuat film ini jadi lebih baik, tidak terdapat, atau setidaknya tidak gua temukan di film ini.

Terlepas dari itu semua, film ini masih patut dijadikan salah satu pilihan menonton. Apalagi yang suka naga-nagaan. #Apalah

Score : 7 / 10
Note: Btw, ini film diangkat dari novel apa enggak sih?



regards,

September 20, 2016

Photo Expo - Sale

Taken By : My Lumia 950 XL - HDR


Sebuah lokasi jualan di sebuah atrium mall di Bekasi
[My Instagram]







regards,

September 18, 2016

Photo Expo - Apartemen

Taken by : My Lumia 950 XL - HDR

Apartemen di tengah kota.
[My Instagram]






regards,

September 8, 2016

Movie Review - Nerve

img:fandango.com

Gua gak menyangka bahwa film ini bakalan menjadi salah satu film favorit gua tahun ini. Berkisah tentang Ve, seorang gadis lugu dan membosankan yang berubah hidupnya setelah ikut dalam sebuah permainan online. Dimana dipermainan tersebut kamu bisa memilih untuk menjadi penonton ataupun pemain, dan Ve memilih untuk menantang dirinya ke batas baru dalam hidupnya. Dan benar saja, berbagai hal menarik dan menantang adrenalin mulai memasuki hidup Ve.

Ada beberapa hal yang gua suka dari film Nerve ini adalah sebagai berikut; Pertama adalah premis cerita yang menarik dan berbeda dari yang lain. Kedua adalah pesan yang ingin disampaikan oleh film ini cukup bagus dan sebenarnya bisa digeneralisasikan dalam skala yang lebih besar. Tensi ketegangan yang terdapat pada film ini bisa dijaga dengan baik, dan dibawa meningkat secara mantab. Keempat adalah soundtrack-soundtrack yang dipakai pada film ini beberapa kali gua sazham karena enak-enak. Kelima adalah plot cerita yang tidak kacangan, karena film ini sebenarnya diangkat dari novel, jadi sepertinya segi cerita bisa dikategorikan aman dari hal-hal konyol, atau setidaknya itu yang gua pikirkan.

Begitu sukanya gua akan film ini, karena kentalnya nuansa urban dan tensi keseruannya yang terjaga dengan baik, membuat gua sedikit melupakan beberapa kelemahan dari film ini. Seperti akting para pemainnya yang standar, walaupun hal ini sebenarnya bukan hal yang mengganggu. Dan berikutnya adalah--Correct Me If I Wrong--bukannya Macbook itu tidak ada yang layar sentuh? Namun di film ini, macbook yang dipakai memiliki layar sentuh. Untuk beberapa orang yang tidak sadar atau tidak peduli mungkin ini masalah kecil, namun bagi para penggiat teknologi atau gadget pasti akan merasa tergelitik untuk berkomentar. Hehehe...

Yang paling menyebalkan sih adalah sensornya. Gila ya, masa orang ciuman aja dipotong adegannya. Sebegitu kolotnya kah kita sekarang, sebegitu bodohnya kan kita sekarang hingga adegan-adegan macam itu harus dipotong, padahal nih film udah dikasih rating 17+. Apa mungkin lembaga sensor kita baru punya teknologi pemotongan film baru kali, jadi masih rada NORAK dan SOK RAJIN gitu motong-motong adegan dewasa untuk film yang sudah diberi rating dewasa. Kan tolol!

Secara keseluruhan, film sangat disayangkan untuk dilewatkan. Premis cerita yang menarik, plot yang tidak murahan dan tensi adrenalin yang terjaga hingga alunan musik pengiring yang sangat urban sekali. Resmi lah film ini menjadi salah satu film favorit gua tahun ini.

Score : 8 / 10
Note: Emang bener ya, Macbook udah ada yang layar sentuh? atau waktu itu gua salah liat laptop.


regards,

September 1, 2016

Movie Review - Don't Breathe

img:dontbreathe-movie.com
Ada pepatah, jangan menzolimi orang yang nasibnya kurang beruntung daripada kita, karena nasib buruk bisa saja menimpa diri kita. Mungkin itulah yang menjadi pesan dari film ini. Berkisah tentang tiga sekawan ala alay-alay bandel yang kerjanya ngerampok rumah orang. Suatu kali mereka berencana untuk merampok uang dalam jumlah besar sebagai perampokan terakhir mereka. Dan sasaran rumah korban yang akan mereka rampok ternyata dihuni oleh seorang veteran tentara yang buta dan sudah tua. Berpikir bahwa orang buta itu adalah sasaran empuk mereka dalam misi perampokan ini, mereka memutuskan untuk merampok rumah orang buta itu pada malam hari. Sayangnya, ternyata perkiraan mereka semua salah, merampok rumah milik orang yang buta tidak semudah yang mereka kira.

Don't Breathe boleh dibilang berhasil memberikan ketegangan yang terjaga baik sampai akhir film. Ditambah tema dan formula yang dipakai untuk film ini termasuk baru dan belum banyak digunakan, sehingga membawa ketegangan dan kengerian tersendiri untuk film. Untuk segi plot, film ini bisa dibilang lumayan standar lah premis ceritanya, hanya saja rentetan kejutan dan ketegangan sepanjang film ini yang bikin menarik dan super seru. Walaupun begitu, masih aja sih ditemukan beberapa kelamahan pada film ini. Khususnya pada interaksi antara si Bapak Buta dengan para perampok yang kadang terlihat sangat mustahil.

Secara keseluruhan, film ini benar-benar sayang untuk dilewatkan. Apalagi jika pada dasarnya anda memang suka menonton film dengan tema tegang seperti ini. Jangan sampai nggak nonton.

Score : 7.5 / 10



regards,

August 31, 2016

Movie Review - Train To Busan

img:space.ca

Mungkin ini kali pertama gua menyaksikan film korea dengan tema zombie-zombie ini. Berkisah tentang seorang ayah yang hendak mengatarkan anaknya untuk bertemu sang ibu di Busan dengan menggunakan kereta api. Tak disangka bahwa di korea terjadi wabah Zombie yang secara cepat menginfeksi masyarakat. Dan bertepatan dengan hendak berangkatnya kereta ke busan, salah satu zombie berhasil masuk ke dalam. Tidak perlu diragukan lagi kegilaan dan ketegangan akan segera menyelimuti perjalanan kereta tersebut tidak lama lagi.

Nilai lebih dari film ini adalah tema yang dibawakan tergolong baru di ranah film Korea, atau setidaknya itu yang gua ketahui. Walaupun entah mengapa beberapa adegan serangan zombie yang terdapat pada film ini mengingatkan gua akan serangan zombie pada film World War Z. Tidak hanya itu, entah apakah ini memang psikologis manusia atau kebodohan sang sutradara, pada film ini berlimpah adengan-adegan tolol yang membuat penonton gemas. Salah satunya adalah ketika ada zombie muncul, orang yang melihat malah bengong atau terdiam dulu sebelum kemudian lari. Hal itu sudah pasti sangat menyebalkan, mengingat "waktu sempit" dan "buru-buru" adalah formula yang pasti ada dalam setiap film bertema zombie. Sayangnya film ini juga malah mencoba memasukan unsur melodrama nangis-nangis yang malah akhirya membuat rentetan kebodohan semakin banyak. Adegan-adegan sedih atau dramatis yang ada dalam film ini sebagian besar bukannya membuat penonton bersimpati, namun malah membuat penonton gemas akan banyaknya waktu yang terbuang.

Sebagai sebuah film zombie, Train To Busan cukup berhasil memacu adrenalin penonton akan serangan zombie dalam ruangan sempit. Hanya saja, keinginan sutradara untuk menciptakan adegan tegang atau konflik cerita terkesan tidak cerdas. Namun seperti biasa, jika hanya ingin fokus nonton orang-orang digigit, atau ingin menyaksikan aktor Korea yang bening-being main film, atau merupakan pecinta film korea dimana adegan sedih-sedihan adalah kebutuhan primer, maka film ini masih layak untuk anda tonton.

Score : 5 / 10
Note: Film ini hanya tayang di jaringan Cinemaxx Theater & CGV Blitz


regards,

August 25, 2016

Movie Review - The Secret Life of Pets

img:sobrosnetwork

Sepertinya alasan banyak orang yang tertarik menonton film ini adalah karena iklan trailernya yang sangat menarik untuk ditonton dan membuat orang penasaran. Untungnya hal tersebut tidak menjadi kekecewaan, lantaran film utuhnya sendiri jauh lebih fun daripada trailernya.

Alkisah tersebutlah seekor anjing peliharaan bernama Max yang memiliki hidup bahagia bersama majikannya. Setiap majikannya pergi bekerja, max akan bersosialisasi dengan sesama hewan peliharaan lainnya dalam suka cita dan kebahagiaan. Sampai akhirnya sang majikan membawa anjing baru bernama Duke untuk dipelihara dan hal itu membuat kesejahteraan Max terancam. Munculnya Duke di kehidupan Max membawa dirinya ke sebuah petualangan yang seru dan pastinya kocak.

Begitu mengetahui jajaran aktor spesialis komedi hadir dalam film ini seperti Louis C.K., Eric Stonestreet dan Kevin Hart, gua udah bisa membayangkan bahwa film ini akan menjadi film yang lucu secara cerdas. Cerita film ini tergolong sederhana, namun eksekusinya dilakukan dengan baik dan sangat tidak mengecewakan. Dan sepertinya cerita yang sederhana serta jajaran adegan kocak yang menghiasi sepanjang film menjadi nilai utama dari film ini, sebab dari segi teknologi animasi, sebenarnya film ini biasa saja.

Sebagai sebuah film kartu yang diharapkan untuk menghibur penonton, The Secret Life of Pets telah berhasil melakukan tugasnya dengan sangat baik.


Score : 8 / 10
Note: Trailer yang beredar sebelumnya, ternyata adalah potongan bagian awal dalam film ini. Well, cukup "kreatif".

 
regards,

August 10, 2016

Movie Review - The Shallows

img: nationalgeographic.com
Sebuah film survival tentang seorang peselancar wanita yang diserang oleh seekor hiu dan berakhir terdampar di batu karang yang hanya berjarak 180 meter dari pantai. Hanya saja kondisinya yang luka parah dan selalu mengalami pendarahan, membuat sang hiu tidak pernah mau jauh-jauh dari si cewek. Dan sepanjang film kita akan dibawa menikmati ketegangan bagaimana si cewek ini berusaha sebisa mungkin menghindar dari si hiu.

Nilai utama dari film ini adalah bagaimana perjuangan sang cewek untuk tetap hidup. Setelah itu tidak ada lagi hal menarik yang bisa ditonjolkan. Namun karena itulah, film ini menjadi sangat fokus terhadap si pemeran utama. Sang sutradara cukup baik untuk membuat penonton tetap terjaga fokus sepanjang film tanpa menyebabkan rasa bosan, karena plot film dibawa secara perlahan menuju klimaks yang seru.

Untuk teknis film ini mungkin sedikit agak buruk, khususnya di bagian pencahayaan atau teknik yang menjaga agar setiap adegan memiliki nuansa gambar yang konsisten. Karena banyak sekali adegan-adegan yang gambarnya memiliki nuansa yang berbeda-beda, kadang terang - kadang gelap, dan hal ini cukup mengganggu gua sebenarnya. Namun terlepas dari itu, The Shallows sanggup membuat anda terlonjak kaget selama menontonnya. Seru sih.

Score : 7 / 10

regards,

August 4, 2016

Samsung Bagikan 12.500 Galaxy S7 Edge untuk Olimpiade Rio

img source : 2016 Getty Images


Wow! Keren banget. Produsen Smartphone terkenal asal Korea Selatan Samsung membagikan sekitar 12,500 Galaxy S7 edge Olympic Games Limited Edition kepada seluruh peserta Olimpiade 2016 di Rio, Brasil. Enak banget! Motif pemberian ini dikatakan agar para peserta atau atlit olimpiade ini bisa dengan mudah dan nyaman berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman mereka di seluruh dunia.

Seperti yang sudah diketahui, perusahaan asal Korea ini memang sudah cukup sering menjadi sponsor atau partner kerja sama dalam perhelatan olahraga akbar Olimpiade ini. Bahkan kerja sama Samsung ini rencananya akan terus dilanjutkan sampai 2020, dimana olimpade akan diadakan di Tokyo, Jepang. Jadi penasaran, pada tahuan 2020 nanti, Samsung bakalan nyumbang apa ya? Gua yakin bakalan lebih heboh lagi dari 12.500 Galaxy S7 Edge ini.

Lini hape Samsung pada dasarnya udah banyak banget yang make, karena produk-produk mereka yang benar-benar dirancang untuk memenuhi seluruh kebutuhan lapisan masyarakat. Ditambah seperti yang sudah banyak diberitakan, bahwa penjualan Ponsel Flagship mereka, Samsung Galaxy S7 Edge laris manis di seluruh dunia. Gak heran juga sih, secara hape yang satu ini benar-benar keren banget desainnya. Bayangin aja, pada kedua sisi layarnya terhadap lengkungan atau edge yang membuat ponsel ini seakan tidak memiliki bezel. Model layar lengkung ini memang sudah mulai diaplikasi oleh Samsung sejak zaman Samsung Galaxy Note Edge yang berhasil membuat publik kagum atas desain kerennya ini.

img source: 2016 Getty Images

Sejak saat itu, desain edge ini terus diadopsi pada Samsung Galaxy S6 Edge dan sampai di S7 Edge yang terbaru ini. Sementara dalam rangka menyambut olimpade 2016 di Rio, Brasil ini, Samsung secara khusus membuat S7 Edge dengan desain khusus Olimpiade. Lini produk desain khusus S7 Edge ini sebelumnya juga pernah dilakukan untuk edisi khusus Batman dengan nama “Injustice”.

Dan sekarang, Samsung muncul dengan berita heboh dengan membagikan 12.500 Samsung Galaxy S7 Edge kepada para atlit olimpiade. Dengan spesifikasi layar Super AMOLED berbentang 5.5 inchi, Samsung menghadirkan kualitas layar QHD (1440 x 2160 pixels). Belum lagi ditambah dengan Prosesor Qualcomm Snapdragon 820 dan RAM 4GB membuat setiap apapun yang dikerjakan oleh ponsel ini akan berjalan mulus tanpa gangguan. Jangan lupakan juga Kamera 12 Mega pixel yang sanggup menggambil gambar bening dan sempurna, sementara untuk kamera depan memiliki kualitas 5 mega pixel yang bahkan sudah mendukung fitur HDR.

Kehebatan lainnya yang tidak boleh dilewatkan adalah kemampuannya untuk bertahan didalam air dengan sertifikasi IP68 yang menjamin perangkat ini tahan air dikedalaman 1,5 meter selama 30 menit, serta anti debu. Buat Samsung, dari 12.500 Handphone, satu unit bisa kali dikasih ke Ellious Grinsant, huhuhu… ngarep.

img source: 2016 Getty Images


regards,

August 3, 2016

Movie Review - Ice Age: Collision Course

IMG : foxmovies.com

Seperti biasa, film ini memiliki plot cerita yang sederhana namun tetap memiliki sub plot yang mengandung pesan moral. Berkisah mengenai kedamaian di bumi purbakala yang terancam oleh meteor besar yang siap menghantam bumi. Dan para kawanan Ice Age pun bahu-membahu seperti biasa dalam misi menyelamatkan bumi dari kejatuhan meteor tersebut. Yeaaaah, tak perlu diragukan lagi lah, film ini pasti happy ending.

Soal kelucuan film ini menurut gua masih cukup cerdas dalam meletakan joke-joke yang cerdas dan nggak kacangan atau bahkan murahan. Beberapa adegan lucu bagi gua personal bisa membuat gua tertawa. Walaupun alur ceritanya yang tampak tidak ada perkembangan dari film-film sebelumnya membuat gua sempat tertidur ditengah-tengah film. Seolah film ini dibuat cuma untuk mencari uang saja dan tidak peduli terhadap kualitas materi cerita. Sehingga tidak heran jika kedepannya masih ada lagi seri terbaru dari film ini, orang-orang akan tidak sibuk menanti.

Overall, sebagai film hiburan untuk keluarga film ini masih boleh banget buat ditonton. Terutama ketika semua film oke di studio lain sudah anda tonton semua.

Score : 6 / 10
Note : Ada adegan menarik pada awal film yang menjelaskan bagaimana asal-muasal terbentuknya planet-planet di tata surya kita. Cerdas & Lucu.



regards,